Sabtu, 08 Mei 2010

Belajar sambil Dengar Musik

Belajar sambil Dengar MusikMenurut informasi yang diterima Banaspati Fitriyan Dwi Rahayu saat menerima telepon dari bagian protokoler kepresidenan kemarin. Ada dua yang selalu menemani Fitriyan Dwi Rahayu yang berumur 14 tahun, dalam menimba ilmu, sepeda mini warna biru dan musik. Dua-duanya berperan mengantar Fitriyan menyabet nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) SMP se-Indonesia.

Kabar gembira itu didapatkan Riyan sapaan akrab Fitriyan Dwi Rahayu Kamis lalu (7/5) selepas magrib. Cipto Raharjo, 51, dan Sukarni Mugi Rahayu yang berumur sekitar 43, orang tua Riyan, kaget bukan kepalang setelah menerima dua telepon dari Dikpora Kabupaten Kebumen dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Kedua institusi pemerintah itu mengabarkan bahwa Riyan, siswi SMP Negeri 1 Karanganyar, Kebumen, meraih nilai tertinggi UN SMP dan yang sederajat tingkat nasional. Antara setengah percaya dan tidak, warga Kelurahan Jatiluhur RT 4 RW 1 Kecamatan Karanganyar, Kebumen, itu coba memastikan identitas penelepon. Masa Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng berbohong, kata Sukarni menirukan jawaban Kepala Dinas Pendidikan Jateng Kunto Nugroho kemarin. Bagi Cipto Raharjo dan Sukarni, kabar itu adalah sebuah kejutan sekaligus anugerah besar. Keduanya sama sekali tidak menyangka prestasi besar itu lahir dari Riyan.

Cipto sejak dua tahun lalu tidak bekerja lagi karena kondisi kesehatannya. Sementara Sukarni sehari-harinya adalah pegawai negeri sipil di Kelurahan Jatiluhur. Maka patutlah malam itu keduanya tak bisa tidur nyenyak. Perasaan yang sama juga dialami Riyan. Siswi kelas IX E SMP Negeri 1 Karanganyar, Kebumen, ini tidak pernah menyangka bisa meraih prestasi segemilang itu. Bagaimana tidak, siswa lain susah payah mencapai angka kelulusan 5,5, sedangkan nilai ratarata ujian nasionalnya malah nyaris sempurna, yakni 9,95. Untuk mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, dan ilmu pengetahuan alam (IPA), Riyan mendapatkan nilai 10, hanya bahasa Inggris yang mendapatkan nilai 9,8. Saya kira yang dapat nilai 10 hanya matematika dan IPA, kata Riyan. Riyan punya pengalaman menarik saat mengerjakan soal UN mata pelajaran matematika. Ada satu soal tentang trapesium yang membuatnya pusing tujuh keliling.

Berbagai rumus telah dicoba, tapi jawabannya tidak ada yang cocok. Akhirnya Riyan memutuskan menjawab sesuai dengan yang paling dia yakini. Sesampai di rumah Riyan masih penasaran dengan soal itu. Dia pun mendiskusikannya dengan kakaknya, Bayu Raharjo Putra, 18, yang baru saja lulus SMA. Tapi tetap saja tidak ketemu hasilnya. Kakak malah menganggap soalnya yang salah, katanya. Berbeda dengan anak kebanyakan yang menganggap matematika sebagai momok mengerikan, Riyan malah mengaku sangat suka, bahkan cinta, dengan pelajaran ini. Ilmu hitung-hitungan itu bisa memberikan rasa puas saat memecahkan soal-soal yang diberikan kepadanya. Tak aneh jika nilai matematikanya 10.

Asik aja kalau ngitung, kata pelajar kelahiran 26 Februari 1996 lalu ini. Khusus untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, Riyan memang tidak begitu menyukainya. Alasannya sederhana,soal-soalnya dapat dipastikan panjang-panjang dan jawabannya mirip-mirip sehingga susah dibedakan mana yang salah dan benar. Meski begitu, nilai bahasa Indonesia Riyan juga sempurna, 10.

Tak ada persiapan khusus yang dilakukan Riyan hingga meraih prestasi membanggakan itu. Dia tidak ikut les privat atau bimbingan belajar di lembaga tertentu. Riyan hanya meminta dibangunkan pada pukul 04.00 WIB untuk belajar sebelum berangkat mengikuti UN. Riyan tidak memiliki jam belajar khusus, tergantung mood. Tapi tiap hari dia pasti belajar, kata Cipto Raharjo, ayahnya. Cara belajar Riyan cukup unik. Dia selalu belajar sambil mendengarkan musik.

Musik dianggap sebagai pemicu semangat saat belajar dan juga membuat belajar menjadi lebih menyenangkan. Kalau tidak sambil bermain gitar. Belajarnya memang sambil bermain, kata Cipto. Dalam kesehariannya berangkat ke sekolah, Riyan memanfaatkan sepeda mini warna biru yang sulit untuk disebut memadai. Catnya sudah kusam, keranjang di depan setang sudah bolong-bolong. Namun, itu tidak memadamkan semangat Riyan setiap hari berangkat dan pulang sekolah. Prestasi yang diukir Riyan juga tak luput dari peran guru dan sistem pendidikan yang diterapkan di SMP Negeri 1 Karanganyar, Kebumen. Sejak tahun ajaran baru, proses belajar mengajar khusus kelas tiga dimulai pukul 06.00 WIB. Selain itu, sekolah juga memberikan tambahan jam belajar pada sore hari. Kebijakan ini diambil untuk mempersiapkan siswa sejak jauh hari untuk menghadapi UN.

Ini menunjukkan bahwa setiap siswa bisa mencapai nilai 10 dalam UN jika benar-benar belajar, kata Kepala SMP Negeri 1 Karanganyar, Kebumen, Suparmin. Secara profil, Riyan termasuk siswi yang pendiam. Di mata kawan-kawannya, dia sopan dalam bergaul. Kalau urusan prestasi, Riyan selalu menempati peringkat satu, dua, atau tiga setiap tahun. Prestasi meraih nilai tertinggi UN SMP dan yang sederajat membuat sejumlah sekolah favorit berusaha merayu Riyan agar mau belajar di sekolah tersebut. Riyan akan diberi beasiswa pendidikan selama tiga tahun penuh. RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) SMA 1 Kebumen dan SMA Taruna Nusantara Magelang bersedia memberikan beasiswa. Dinas Pendidikan Jateng juga berjanji akan memberikan beasiswa selama tiga tahun penuh kepada Riyan di mana pun dia bersekolah, kata Kepala Dinas Dikpora Kebumen Mahar Moegiyono.

Keberhasilan Riyan meraih nilai terbaik UN SMP dan yang sederajat tingkat nasional membuat Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) berniat berbincang langsung dengannya. Namun, perbincangan per telepon itu belum bisa dilaksanakan kemarin, menurut informasi yang diterima Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Maaf ya, tadi kan dijadwalkan jam 14.00 (Jumat, 7/5), tapi Pak Presiden belum bisa sehingga diundur besok (hari ini, 8/5) sekitar jam 10.00, kata suara perempuan yang mengaku dari bagian protoko-ler kepresidenan saat menghu-bungi Riyan sore kemarin.

0 komentar:

 
 
Copyright © 2011 Banaspati All Rights Reserved Nggo Kontes
Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia