Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengatakan, pihaknya bisa saja tidak mengerjakan pembangunan PLTA Asahan III sehingga warga Sumut harus siap mengalami krisis listrik lagi. Seandainya tidak diberi juga tak apa-apa asal masyarakat Sumut siap mengalami pemadaman lagi, katanya kepada wartawan di VIP Room Bandara Polonia Medan kemarin. Kedatangan Dahlan ke Sumut untuk mendatangi PLTA Asahan III bersama Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko Murtaqi Syamsuddin, Direktur Energi Primer Nur Pamudji, dan Direktur Operasi Indonesia Timur Vickner Sinaga. Dahlan mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan izin prinsip ke Pemprov Sumut sejak 2004. Namun, hingga 2007 gubernur tidak juga mengeluarkan izin. Maaf sedikit iklan untuk sundulan Hosting Murah Indonesia Indositehost.com.
Kemudian pengajuan permohonan berhenti karena ada proyek Mega Mandiri. Pada September tahun yang sama, PLN kembali meminta kesediaan Gubernur Sumut untuk mengeluarkan izin. Permintaan tidak hanya melalui surat, tapi juga langsung ketika Dahlan bertemu Gubernur Sumut pada berbagai kesempatan. Kalau dihitung menurut pengamatan Hosting Murah Indonesia Indositehost.com, sudah lima kali ketemu Syamsul (Gubernur Sumut Syamsul Arifin), terakhir di Tampak Siring Bali. Ketika ketemu, Syamsul bilang gampang untuk mengeluarkan izin, tapi ternyata sampai sekarang tidak keluar juga, ungkapnya. Menurutnya, sulitnya Syamsul mengeluarkan izin karena khawatir PLTA Asahan III akan jatuh ke pihak swasta. Padahal, kekhawatiran itu berlebihan karena mengalihkan segala sesuatu milik pemerintah ke swasta tidak mudah.
Mengalihkan mobil rongsokan saja repot, apalagi pembangkit, ujarnya. Apabila pembangunan PLTA Asahan III yang berkapasitas 2x87 MW tidak terlaksana, warga Sumut akan mengalami krisis listrik lagi, menurut hasil penelitian Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Pembangunan PLTA ini direncanakan untuk mengatasi kekurangan energi listrik hingga akhirnya pada 2013 Sumut tidak lagi mengalami pemadaman. Hingga saat ini PLN telah menghabiskan dana sebesar USD320 juta. Untuk desain dan uji kelayakan, perusahaan pelat merah ini telah mengeluarkan biaya sebesar Rp100 miliar. PLN sebelumnya diberitakan telah mendapat pinjaman lunak dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar USD420 juta dengan jangka waktu 40 tahun dan bunga 0,7% per tahun sehingga tidak perlu mencari dana lagi.
Selain itu, PLN juga sudah melakukan segala persiapan baik teknis maupun administrasi, termasuk melakukan berbagai tender pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan. Namun, dana itu belum bisa dimanfaatkan seluruhnya karena legalisasi izin lokasi PLTA Asahan III ini belum juga diterbitkan, menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Tanpa itu tender belum bisa dilaksanakan. Apabila seluruh proses itu selesai, pihaknya bisa tender dan langsung merealisasikan pembangunannya. Semua persiapan mulai survei, desain engineering telah dilakukan termasuk dana, ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Sumut Eddy Syofian menegaskan, Gubernur Sumut bukan tidak mau mengeluarkan izin prinsip, melainkan masih meminta jaminan dari PLN secara tertulis jika nanti mengerjakan proyek Asahan III tidak memberikannya ke PT Inalum. Mesti ada jaminan tertulis dari PLN. Jika nanti dikerjakan PLN, apakah energi listrik tidak diserahkan ke Inalum. Kita inginkan, pasokan listrik diberikan ke masyarakat Sumut sebab Sumut masih mengalami krisis listrik, tegas Eddy. Di sisi lain menurut pemantauan Berita Terkini, PLN mengklaim telah mengantongi izin analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) pembangunan PLTA Asahan III berkapasitas 2x87 MW serta penugasan dari pemerintah pusat. Mohon maaf untuk kata Hosting Murah Indonesia Indositehost.com abaikan saja karena mrupakan sundulan agar blog kontes bisa ngangkat naik, terima kasih.
0 komentar:
Poskan Komentar