Jumat, 14 Mei 2010

Reformasi

ReformasiSekedar mngingatkan saja bahwa pada postingan seblumnya di blog Banaspati membahas tentang Lima Pajak DKI Bakal Naik, dan kali ini saya akan membahas tentang Reformasi. Menurut informasi bahwa bulan Mei adalah bulan yang bisa dikatakan cukup istimewa bagi bangsa Indonesia karena seperti yang kita ketahui, tepat pada tanggal 12 Mei yang lalu, Reformasi telah berjalan selama 12 tahun di negeri ini.

Reformasi tentunya bukan sekadar perubahan yang bernuansa politik, tetapi mencakup semua aspek kehidupan bangsa ini, termasuk dalam bidang ekonomi. Dunia wirausaha pasca Reformasi adalah suatu aspek yang cukup mendapatkan tekanan yang berat. Mnurut Brita Terkini bahwa krisis global dan keadaan politik yang tidak stabil membuat dunia wirausaha terkesan lesu seiring rendahnya permintaan pasar. Namun seiring membaiknya perekonomian dunia, dunia wirausaha juga kembali berangsur pulih.

Sekarang yang menjadi pertanyaan mnurut Banaspati adalah setelah Reformasi bergulir selama 12 tahun, apakah aspek yang perlu dikembangkan untuk mencapai nilai luhur Reformasi itu sendiri? Salah satu jawaban yang logis adalah kembali memberi ruang berkembangnya entrepreneur muda Indonesia Pada saat ini, dunia ekonomi kita bukan sekadar dihadapkan pada permasalahan menciptakan kestabilan ekonomi internal, tetapi juga dihadapkan pada arus globalisasi dan faktor pasar bebas yang sangat krusial bagi ekonomi Indonesia.

Implikasi logisnya adalah kita harus mampu bersaing dan adaptif dengan kondisi tersebut sehingga keberadaan entrepreneurmuda yang kreatif serta mampu bekerja keras adalah ujung tombak agar kita mampu untuk bersaing dalam arus globalisasi. John Stuart Mill, seorang filosof ekonomi Inggris,menyatakan bahwa pada dasarnya pertumbuhan ekonomi selalu diliputi dengan tekanan jumlah penduduk dengan sumber yang tetap.

Dari pernyataan Mill tersebut, kita seharusnya bisa menangkap suatu nilai bahwa dunia ekonomi harus selalu dibangun oleh ide-ide kreatif dari wirausahawan. Kita tidak mungkin terus bergantung pada sumber daya alam yang cadangannya akan semakin menepis, ditambah dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia. Menurut Mill, penawaran selalu identik dengan permintaan dan dia menerapkan pola pikir baru bahwa produksi tidaklah harus ditentukan dengan permintaan pasar.

Baginya tidak ada istilah overproduksi yang selama ini dicegah oleh kebanyakan orang sehingga ide kreatif dari entrepreneurmuda adalah suatu yang juga bersifat tidak terikat. Sejalan dengan hal di atas, pemerintah juga telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan jiwa entrepreneur, salah satunya dengan adanya kegiatan UKM yang juga diiringi peminjaman modal dengan tingkat suku bunga yang cukup rendah oleh pihak perbankan.

Oleh karena itu, peringatan mengenai reformasi adalah momentum yang tepat bagi kita semua bahwa kita seharusnya kembali menyadari peran dalam mengisi gagasan reformasi. Masyarakat Indonesia adalah manusia yang majemuk, baik secara fisik maupun mentalnya,dan dengan keberagaman tersebut bangsa ini diharapkan mampu mengembangkan divison of labor masing-masing.

Semangat untuk menjadi entrepreneur muda menurut Brita Terini adalah salah satu aspek sosial hal yang harus dikembangkan, ide-ide yang cemerlang, bekerja keras, serta berani mengambil risiko adalah modal utama untuk menjadi seseorang entrepreneurmuda yang mampu memahami apa itu Reformasi. Jika mampu mengembangkan nilai-nilai itu, Indonesia akan diwarnai oleh entrepreneurmuda yang digelari dengan istilah from zero to hero.

0 komentar:

 
 
Copyright © 2011 Banaspati All Rights Reserved Nggo Kontes
Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia