Acorn Care and Education merupakan pusat bimbingan belajar dengan perkembangan paling cepat di Inggris, menurut informasi yang diterima Banaspati. Bimbingan tersebut didirikan oleh McNeaney pada 2005. Hingga saat ini, sekitar ribuan anak-anak dan remaja belajar bagaimana menghadapi kesulitan dalam pelajaran di sekolah. McNeany mengaku mendirikan bimbingan itu dengan maksud mengubah sistem pendidikan tradisional yang cenderung memaksakan kepada anak didiknya. Pemaksaan untuk belajar, pemaksaan untuk menghafal, pemaksaan untuk membaca buku-buku, dan masih banyak pemaksaan lain.
Sementara para guru dan sekolah tidak mau menerima kritik dari siswa dan para wali murid, sangat berbeda sekali dengan artikel yang berjudul Dari LeBron untuk Akron. Ketika dulu saya sekolah, saya menjadi anak grammar (struktur bahasa Inggris), kata dia. Padahal, belajar Bahasa Inggris tak selalu harus berkaitan dengan grammar semata. Tak lupa, dia mengungkapkan bahwa setiap mengajar di kelas, dirinya selalu berusaha menghibur. Dia selalu memberikan solusi bagi persoalan siswa. Kata dia, jangan pernah tidak tersenyum kepada siswa. Selalu bersemangat di depan kelas, maka Anda akan meraih simpati dan mendorong mereka untuk terus belajar, paparnya. Pemberontakan McNeany itu tak bisa diwujudkan ketika dia hanya menjadi guru yang menda-patkan gaji dari pemerintah. Jika ingin mengubah sistem pun, dia harus menjadi Menteri Pendidikan.
Itu pun sulit, alasan itulah yang menjadikan McNeany memilih fokus pada industri pendidikan yang mampu menjadi wadah bagi semua pemikirannya. Saya ingin mewujudkan sistem pendidikan yang komprehensif, tuturnya kepada Guardian. Selain mendirikan Acorn Care and Education yang telah dijual, McNeaney juga mendirikan lembaga sekolah Nord Anglia. Dia mendirikan Nord Anglia pada 1972. Hampir selama 30 tahun, dia mengabdikan diri agar menjadikan sekolah tersebut tetap menjaga mutu dan kualitas siswa dan pendidikannya. Bahkan,dia mampu membangun sekolah tersebut bukan hanya di Inggris, tetapi di Eropa dan Asia. Hingga pada 1997, McNeaney mendaftarkan Nord Anglia di bursa saham London.
Sentuhan tangan dingin McNeaney menjadikan Nord Anglia menjadi sekolah mandiri yang mampu memberikan pelayanan karier sejak masih remaja. Sebelum meninggalkan NordAnglia pada 2005, sekolah tersebut mendidik sekitar 4.500 siswa di seluruh penjuru dunia. Kini, McNeany lebih fokus mengembangkan Orbital Education yang didirikan pada 2005. Hanya saja, di Orbital Education,dia lebih fokus terhadap pengembangan sekolah bagi anak-anak dari orang tua ekspatriat. Sekolah tersebut menampung siswa dari usia 3 tahun hingga 18 tahun. Meski tersebar di berbagai penjuru dunia, sekolah tersebut menerapkan kurikulum ala Inggris dengan penyesuaian berbagai kebutuhan siswa di masing-masing negara. Kini, sekolah tersebut juga telah berdiri di Moskow. Selain itu, Orbital Education juga berdiri di Sa Porrassa, Spanyol, Budapest, Hungaria dan Seoul, Korea Selatan, berdiri di berbagai negara seperti Piala Dunia 2010 Afrika Selatan yang diikuti oleh berbagai negara, hehehe....
Sistem pendidikan Inggris memang diminati di seluruh dunia. Tentunya, dengan memperhatikan kurikulum lokal, paparnya. Hebatnya, sistem pendidikan yang diterapkan oleh McNeany telah diadopsi oleh berbagai sekolah internasional di berbagai belahan dunia. McNeany memang seorang kapitalis sejati. Dia sangat mendukung swastanisasi pendidikan di Inggris. Kita membutuhkan dana besar di bidang pendidikan. Apalagi, banyak sekolah yang kini tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah. Permasalahan pendidikan adalah birokrasi, ujarnya. Hanya saja, kata dia, masyarakat umum masih khawatir dengan perubahan tersebut. Dengan tegas, McNeany juga menentang perserikatan guru yang menganggap bahwa pendidikan seyogyanya jangan dikelola oleh industri yang mencari keuntungan.
Saya pikir,orang tua lebih senang jika menitipkan anak-anak mereka di sekolah kita dibandingkan menitipkan di sekolah pemerintah, paparnya. Sebelum terjun ke bisnis pendidikan, McNeaney mengabdikan diri sebagai guru bahasa Inggris selama 15 tahun. Dunia pendidikan memang tidak lepas dari McNeaney. Baginya, darahnya telah menyatu dengan pendidikan sejak dia menjadi guru Bahasa Inggris mulai dari Inggris hingga Irlandia Utara. Bahkan dengan pengabdian menjadi guru selama 15 tahun,dia pun masih mendapatkan gaji pensiun. Berapa dana pensiunnya? Hanya 213 poundsterling atau Rp2,96 juta per pekan.Namun, dana pensiun tersebut tak bermanfaat baginya. Dengan sahamnya di Nord Anglia,Acorn Care and Education, dan Orbital Education,McNeaney pun tak perlu lagi dengan dana pensiun.
McNeany mengatakan bahwa dirinya sebenarnya merupakan seorang entrepreneur yang pernah menjadi guru. Pria yang menyukai karya-karya buku Jane Austen ini adalah putra dari seorang pandai besi, menurut informasi yang diterima Banaspati. Ketika kecil, dia mendapatkan pendidikan langsung dari para pendeta. Dia berhasil kuliah di Queen’s University di Belfast dengan jurusan bahasa Inggris dan ekonomi.
0 komentar:
Poskan Komentar