Senin, 21 Juni 2010

Perdana Menteri India

Perdana Menteri IndiaDEWAN Penasihat Ekonomi (The Economic Advisory Council/AEC) Perdana Menteri (PM) India bertugas memberikan pandangan ekonomi yang berbeda. Selain itu, posisi AEC juga dianggap penting di India. Sedikit berbeda dengan format dewan penasihat ekonomi di negara lain, struktur AEC sangat ramping. Hanya beranggotakan lima orang pakar, satu di antaranya menjabat sebagai ketua dan empat lainnya sebagai anggota, menurut pengamatan Berita Terkini. Selain itu, tim AEC dibantu seorang sekretaris, direktur, dan staf riset senior. Sehingga, total tim AEC India hanya berjumlah delapan orang. Pentingnya posisi AEC di India bisa dilihat dari salah seorang mantan ketuanya yang sempat terpilih menjadi PM India. Yakni, Shri Atal Bihari Vajpayee yang merupakan mantan Ketua AEC terpilih sebagai PM India pada Maret 1998 dan masa jabatannya berakhir pada Mei 2004.

Shri Atal Bihari Vajpayee terpilih sebagai PM menggantikan Shri Inder Kumar Gujral yang memiliki masa jabatan April 1997– Maret 1998, dan kini posisi PM dijabat Dr Manmohan Singh yang resmi menjabat sejak Mei 2004. Nama-nama yang tergabung dalam AEC periode ini diumumkan PM India pada 29 Desember 2004, dengan C Rangarajan menjabat sebagai ketua, yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Andhra Pradesh dan Reserve Bank of India. Anggota AEC India di antaranya Penasihat Ekonomi ICRA Saumitra Chaudhuri, Direktur Jenderal National Institute of Public Finance & Policy Govinda Rao, Presiden Asian Society of Agricultural Economists Vijay Shankar Vyas, Direktur Jenderal National Council of Applied Economic Research Suman K Bery. Dan dukungan untuk postingan yang berjudul Hosting Murah Indonesia Indositehost.com, okey dilanjut...

Selain memberikan nasihat dalam proses pembuatan kebijakan PM, AEC juga menyiapkan laporan bulanan dalam hal pembangunan ekonomi ke dalam maupun luar negeri India. AEC juga memonitor tren ekonomi secara reguler sehingga memberikan masukan penting bagi PM mana yang harus paling menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti dalam kebijakan. AEC India sengaja dibentuk yang anggotanya para ekonom yang memiliki beragam latar belakang dan cukup diakui di dunia internasional. Beberapa fungsi AEC di antaranya, menganalisa beragam isu ekonomi sehingga memberikan rekomendasi kepada PM.

Kemudian AEC juga memberikan pandangan penting terkait kondisi ekonomi makro kepada PM sehingga bisa menjadi referensi bagi PM maupun level pemerintahan lainnya. AEC memberikan laporan rutin kepada PM, terkait pembangunan makroekonomi dan isu yang berimplikasi pada kebijakan ekonomi. Di samping itu semua, AEC harus mengerjakan banyak tugas sesuai permintaan PM dari waktu ke waktu. Sebagaimana dilansir Hindustan Times (17/06/10), Ketua AEC Rangarajan mengingatkan kepada pemerintah tentang kondisi inflasi di negeri itu yang semakin tidak terkendali.

Sehingga, langkah nyata dari bank sentra India, the Reserve Bank of India (RBI), sangat dibutuhkan untuk mengurangi tekanan inflasi. Saya tidak tahu apa yang akan dilakukan RBI. Yang bisa saya katakan adalah bahwa inflasi telah mencapai level angka yang sangat tidak nyaman, ungkap Rangarajan. Mengapa AEC cukup memiliki warna dan pengaruh di India? Sebagaimana dilansir Reuters (18/02), Ketua AEC Rangarajan yang juga mantan gubernur bank sentral tidak pernah malu-malu untuk menyatakan pendapatnya terhadap kebijakan moneter pemerintah India. Sebagaimana disebutkan India Today (25/02), meskipun Rangarajan dan AEC bukan termasuk dalam bagian struktural kantor PM, kedekatannya dengan PM menunjukkan bahwa peran AEC cukup memengaruhi kebijakan pemerintah. Menurut informasi yang diterima Banaspati bahwa Rangarajan dan PM Manmohan Singh keduanya sama-sama mantan gubernur bank sentral India. Mereka juga sempat bermitra ketika menangani krisis ekonomi tahun 1991 dan mampu mencapai pertumbuhan dalam empat tahun pertama.

0 komentar:

 
 
Copyright © 2011 Banaspati All Rights Reserved Nggo Kontes
Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia