Dibantu kedua temanya laki-laki Mutia pun menyakan keberadaan Aziah. Namun karena kebetulan Aziah tidak ada di tempat menurut informasi yang diterima Type Approval Indonesia, rekan Aziah sesama penari zapin menunjukan kalau Aziah berada di Hotel Indrayani Pekanbaru. Begitu jumpa di hotel itu saya langsung dipukuli. Mutia dan dua rekanya menjambak, menendang dan meninju saya beberapa kali,” kali Aziah yang juga salah satu CPNS di Rohil itu kepada sumber media massa pada hari Rabu (21/7/2010).
Menurut informasi yang diterima Nggo Kontes bahwa setelah dikeroyok, wanita berparas manis itu pun mengaku langsung diseret dan dimasukkan ke mobil jenis sedan. Di dalam mobil tersebut, pukulan dan tendangan terus mendarat ke wajahnya. Selang beberapa jam, dia dibawa ke suatu tempat yang tidak lain adalah rumah orang tua Mutia. Di sana dirinya mengaku diintrogasi mereka dengan tuduhan main mata dengan suami Mutia, yakni Ari yang tak lain adalah anak dari Bupati Rohil.
Padahal saya tidak pernah berhubungan dengan suami Mutia. Tapi kalau suaminya sering SMS sama saya, kalau suka dengan saya. Dan saya selalu bilang kalau saya takut mengganggu rumah tangga orang. Makanya saya tidak menanggapinya. Dia (Mutia) juga merampas HP saya. Saya bisa selamat karena saat itu ada ibu pelaku,” ujar Aziah lagi. Menurut informasi yang diterima Belajar HTML bahwa karena tidak terima dengan perbuatan para pelaku, Aziah pun melaporkan kejadian tersebut ke Poltabes Pekanbaru. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait aksi penganiayaan ini.
0 komentar:
Poskan Komentar